Monday, 9 January 2012

Wanita Adalah Perhiasan

Oleh al_mawardah

Dari Abu Abdulloh bin ‘Amr Rodhiyallohu ‘Anhuma bahwa Rosulullooh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita sholihah.” [HR. Muslim: 3649, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad]

Dalam lafazh lain:

“Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita sholihah.” [HR. Ibnu Majah: 1855]


Dalam lafadz lain:

“Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.” [HR. Ahmad 2/162]

WANITA DAN KEINDAHAN

Sudah menjadi sunnatulloh bagi anak Adam diberikan kepada mereka berbagai kenikmatan yang mereka cintai dan jadikan pandangan mereka dengannya di dunia ini sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." [QS. ‘Ali Imron: 14]

Ketika menyebutkan berbagai hal yang menjadi kecintaan manusia dalam ayat ini, Alloh mendahulukan wanita sebelum yang lain, Hal ini memberikan isyarat bahwa wanita menjadi sumber terbesar kenikmatan, kesenangan, dan perhiasan hidup di dunia ini. Tidak terkecuali bagi Rosululloh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam sebagai sosok manusia terbaik dan termulia, wanita adalah sesuatu yang paling beliau cintai di antara kenikmatan dunia yang lain, dan ini merupakan fitroh beliau sebagai manusia biasa.

Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu bahwa Rosululloh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku diberikan rasa cinta di dunia ini terhadap para wanita dan wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam sholat.” [HR. Ahmad dalam Musnad-nya 3/128, 199, 285 dan Nasai dalam al-Mujtaba 7/61, 62. Di-shohih-kan asy Syaikh al-Albani dalam Shohih al-Jami’ush Shoghir: 3/3124]

Walhasil, Alloh Subhaanahu wa Ta’ala telah menciptakan wanita sebagai perhiasan dan bahkan perhiasan terbesar dunia ini namun sekaligus ia juga merupakan fitnah terbesar di dunia ini yang pernah diciptakan Alloh bagi kaum laki-laki.

WANITA SHOLIHAH

Alloh Subhaanahu wa Ta’ala telah memberikan sebuah definisi wanita sholihah yang menjadi perhiasan dan kesenangan terbaik di dunia, sebagaimana dalam firman-Nya, “……….. maka wanita sholihah ialah yang taat kepada Alloh serta memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena Alloh telah memelihara (mereka) …………” [QS. An-Nisa’: 34]

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu berkata: “Nabi Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam ditanya, ‘Siapakah wanita yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya, manaati (suami)-nya jika ia memerintahnya, dan tidak menyelisihi (suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya’.” [HR. Ahmad, Al-Hakim, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubro, dan Ath-Thobroni. Dishohihkan oleh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’ush Shoghir No. 3298]

Rosululloh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam juga berwasiat untuk memilih wanita yang memilki dien (agama) yang baik sebagai ukuran kesholihan seorang wanita. Bukan kecantikan, kedudukan, atau hartanya.

Dari Abu Huroiroh Rhodiyalloohu ‘Anhu bahwa Rosululloh Sholalloohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan karena dien (agama)-nya. Maka pilihlah yang memiliki dien maka engkau akan beruntung.” [HR. Bukhori dan Muslim]

KHOTIMAH

Bagi laki-laki, hal ini merupakan wasiat agar mereka memilih wanita bukan sekedar karena kecantikan, kedudukan, atau harta wanita semata. Karena hal itu bukanlah ukuran kebahagiaan yang hakiki di dunia ini. Namun hendaknya ia lebih mengutamakan sisi dien karena itulah yang akan memberikan hakikat kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat.

Adapun bagi para wanita, ini merupakan dorongan untuk menjadi perhiasan terbaik di dunia, wanita yang sholihah, wanita yang mendorong suami dan keluarganya untuk semakin beriman dan bertaqwa kepada Alloh Subhaanahu wa Ta’ala, bukan wanita yang menjadi fitnah terbesar bagi kaum laki-laki yang menjadikan mereka semakin menjauh dari Alloh dan menyeret mereka ke jurang neraka jahannam.

Sedangkan bagi orang tua, ini tentunya sebuah pengingat bahwa ada amanah menunaikan kewajiban mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah guna menggapai kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.


Dikutip dari majalah al-Mawaddah, Edisi 1 / Tahun ke-1 (1428/2007)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment